[REVIEW] EIGER Dyneema 35+5 & COZMEED Aconcagua 75+5

Posted by Afrida PN on Wednesday, April 1, 2015

PROLOG


Berawal dari kekecewaan saya pada keril Eiger (Dyneema 35+5) yang saya beli tahun 2012 kemarin, saya mencoba mencari keril baru sebagai partner ngesot. Singkatnya, pilihan jatuh pada Aconcagua 75+5. Sedikit bimbang waktu menentukan volume keril yang mau dibeli. Ketidakcocokan saya pada aliran ultralight (bikin was-was) ditambah back-system Dyneema yang membuat pundak saya nyaris rontok, inilah yang menjadikan saya memilih keril volume gaban dari Cozmeed.

Bukan 2 backpack yang layak dikomparasikan sih (beda volume), tapi sengaja ingin saya review berdasar apa yang dipunya dan telah diuji di lapangan. Terakhir nanjak di 3265 MDPL, dengan Aconcagua (berat bawaan 20kg-an) naik turun Lawu terasa sangat nyaman, beban keril tersebar merata ditubuh. Beda dengan Dyneema, baru 10 menit jalan (berat bawaan 15kg) pundak langsung encok pegel linu, rasanya mau semplok. Entah itu karena back-systemnya yang buruk atau hip-beltnya yang kekecilan dipinggul saya. Intinya, dengan rasio harga yang tidak beda jauh (+ volume yang jauh berbeda), Dyneema 650k dan Aconcagua 600k (diskon 25% dari harga normal 799.900 dari konter Cozmeed), Aconcagua jelas pilihan yang tepat dan ekonomis bagi saya (note : tinggi badan 167, berat badan 65kg).

HEAD TO HEAD


* Kompartemen
Keduanya sama-sama mempunyai 2 kompartemen utama yang dipisahkan dengan sekat tipis antara bagian atas (kompartemen utama) dengan kompartemen bawah dengan zipper access. Pada Dyneema, kompartemen bawah hanya muat untuk 1 jaket/SB saja. Sedangkankan Aconcagua dengan kompartemen bawah yang cukup besar bisa dimasuki 2 jaket sekaligus. Maklum, beda volume

Kompartemen bawah
Selain kompartemen utama, pada Aconcagua (yang mana tidak dimiliki pada Dyneema) terdapat 2 kompartemen pada bagian samping kanan kiri bentuk memanjang, cocok untuk meletakkan sandal dan barang-barang kecil lainnya.

Kompartemen samping
Untuk side-pocket, pada Dyneema hanya bisa diisi dengan botol air kapasitas maks 1L. Disamping luar side-pocket terdapat handle keras dan kuat yang (sepertinya) berfungsi memudahkan ketika keril diangkat saat digendong. Pada Aconcagua terdapat full side-mesh pocket yang cukup besar, dapat diisi dengan botol air kapasitas 1,5L.

Side pocket
Pada kompartemen kepala, pada Dyneema memiliki tepi yang elastis sehingga dapat menjepit sempurna pada kompartemen utama dan cukup untuk menaruh jas hujan didalamnya. Pada Aconcagua, kompartemen kepala terasa cukup besar dan lega tetapi tidak mempunyai tepi yang elastis. Muat untuk 1 jaket dan 1 jas hujan.

 Kompartemen kepala (pada Dyneema menyatu dengan rain cover pocket)
Dibawah kompartemen kepala pada Dyneema terdapat ruang sempit untuk menyimpan rain cover, sedangkan pada Aconcagua penyimpanan rain cover berada di ujung bawah keril.

Rain cover pocket (ujung bawah keril Aconcagua)
Pada kompartemen depan Dyneema (front pocket), yang mana cukup untuk menaruh P3K, sarung tangan, kerpus, dan bandana. Didepannya, tepat ditengah, terdapat potongan jahitan berbahan fosfor (putih) yang dapat menyala dimalam hari jika terkena sorot lampu.

Front pocket
* Akses masuk
Pada Dyneema, satu-satunya akses masuk lewat bagian atas (top load) layaknya keril pada umumnya. Beda dengan Aconcagua (dan ini yang paling saya suka), akses masuk selain lewat dari atas juga bisa lewat depan (front load). Meski saat packing saya lebih suka lewat bagian atas, tapi dengan adanya bukaan dari depan, dengan mudah saya mengambil barang bagian bawah keril tanpa harus membongkar satu per satu dari atas.

Akses masuk
* Back-system
Ini hal terpenting dalam pemilihan keril. Seperti yang saya katakan, back-system pada Dyneema terlihat sangat sederhana dan kurang nyaman (polos, cuma bantalan tipis memanjang dari atas kebawah disamping kanan kiri). Apa yang terlihat ini (back-system), ternyata tidak lebih buruk pada saat dipakainya. Bantalannya yang tipis dan hanya terdapat single frame plat alumunium tebal terletak tepat di tengah-tengah punggung keril antara dua bantalan (frame tidak bisa dilepas), sangat kuat, tapi tidak banyak membantu.

Back system
Single frame Dyneema | Double frame Aconcagua (menyilang)
Pada Aconcagua, back-systemnya terlihat meyakinkan. Terdapat adjustable torso yang bisa diatur sesuai dengan panjang punggung/badan. Dengan bantalan yang sangat tebal dan empuk (meski tidak ada mesh sebagai sirkulasi udara), tetap terasa nyaman dipakai dan tidak panas. Untuk framenya, terdapat dua plat tebal aluminium yang saling bersilangan dan bisa dilepas (memudahkan pencucian/penyimpanan).

Pada bagian shoulderstrap, keduanya mempunyai ketebalan yang cukup nyaman. Keduanya memiliki lubang pengait selang water-bladder disamping kanan kiri. Pada Aconcagua, buckle pada Chest-beltnya terdapat built-in peluit sebagai keperluaan survival/alat emergency. Inovatif.

Lubang pengait water bladder
Peluit
Pada bagian hip-belt, Dyneema terasa sangat kecil dan tipis. Tidak bisa "memeluk" sempurna pinggang. Berbeda dengan Aconcagua yang mempunyai hip-belt yang lebar, tebal, dan empuk sehingga dapat "memeluk" pinggang dengan sempurna. Terasa sangat nyaman dan beban keril dapat terserap maksimal kepinggang.

* Rain cover
Keduanya sama-sama menyertakan rain cover dalam paket penjualan. Fungsi water proof berjalan bagus di Aconcagua, sebaliknya pada Dyneema tidak berfungsi maksimal (masih merembes parah). Rain cover Dyneema terdapat jahitan dan pada Aconcagua tidak terdapat jahitan sedikitpun selain jahitan pada kolor pada bagian tepinya. Satu yang saya suka dari rain cover Dyneema yaitu bentuknya yang dapat menutupi full semua bagian keril dengan zipper access.

Rain cover
* Lain-lain
Pada Aconcagua terdapat pengait trekking pole dibagian samping keril. Pada Dyneema terdapat lubang kecil "H2O" (hydration access) dibagian samping keril yang berfungsi sebagai jalur selang water-bladder, juga terdapat gantungan kampak (axe holder) disamping kanan kiri keril bisa juga berfungsi sebagai walking stick holder.

1.Hydration access | 2.Handle | 3.Jahitan fosfor
Stick holder
Zipper

KESIMPULAN
DYNEEMA 35+5 :
+ Jahitan rapi
+ Tampilan kece
- Back-system sederhana. Bikin pundak cepat pegal.
- Hip-belt tipis dan pendek
- Harga sedikit mahal (relatif)

ACONCAGUA 75+5 :
+ Back-system nyaman (terdapat adjustable torso)
+ Harga ekonomis
- Jahitan kurang rapi

Skor (penilaian pribadi) : 
Dyneema 6,5/10
Aconcagua 8,5/10
More about[REVIEW] EIGER Dyneema 35+5 & COZMEED Aconcagua 75+5

Tentang Cinta, Dilema Pria Single

Posted by Afrida PN on Saturday, April 28, 2012

Seringkali kita mendengar pria lebih memilih untuk melajang lebih lama dengan alasan-alasan ekonomi. Lebih spesifiknya ingin punya rumah pribadi, punya mobil, punya gaji sekian juta / bulan terlebih dahulu serta tabungan beberapa ratus juta untuk sebuah pesta pernikahan.

Oleh karenanya, sebelum mencapai pernikahan, para pria bekerja ekstra keras mengumpulkan uang demi mendapatkan kemapanan. Salahkah hal ini? Tentu saja tidak. Sudah selayaknya semua orang untuk punya kehidupan yang aman secara finansial saat berumah tangga untuk memberikan kenyamanan bagi istri dan anak.

Tetapi, pada saat kemapanan itu sudah dimiliki,ada situasi yang bisa menjebak para pria...

Saat seorang pria sudah begitu kaya, maka semua jenis wanita akan datang kepadanya menawarkan cinta. Dan akhirnya semua itu akan menjadi buram dan terbersit keraguan, apakah mereka datang karena cinta yang tulus atau hanya mencintai kekayaan yang dimiliki pria itu.

Jika pria itu salah memilih maka akhirnya sesuatu yang buruk akan terjadi, sehingga pria itu menyesal kenapa bisa menjadi begitu kaya.

Suatu kewajaran bukan? Wanita mana yang tidak akan datang bila sang pria begitu tampan, cerdas, kaya & muda? Semua ingin merasakan Jaguarmu, tidur di atas Tempur Pedicmu, tinggal di pent housemu & berdampingan dengan pria berjas Kiton.

Ini merupakan gambaran bahwa uang bisa memanipulasi perasaan... dan parahnya itu adalah uangmu!

Bila saat ini kamu memiliki mobil dan kehidupan yang cukup mapan & seorang pacar, kamu tidak akan pernah tau, apakah wanita ini masih mencintaimu jika suatu saat kamu hanya naik sepeda motor, tidak lagi punya rumah pribadi & hanya ada menu tempe di meja makan. Tahukah kamu? Tidak... (roda kehidupan terus berputar bukan?)

Karena dia datang ketika kamu bisa memberikannya kenyamanan-kenyamanan finansial yang dia idam-idamkan.

Cintakah yang kamu punya? Bukan! Kamu hanya memiliki wanita yang mencintai kenyamanan yang bisa kamu sediakan. Beruntunglah bagi pasangan yang telah menikah dan mereka berdua memulainya dari bawah. Mensyukuri mobil mereka, karena mereka berdua pernah merasakan panas-hujan dengan sepeda motor. Menyenangi spring bed baru mereka, karena mereka berdua pernah tidur bersama di atas sebuah kasur busa kecil. Terharu degan rumah pribadi mereka, karena dulu mereka pernah tinggal hanya di sebuah kost.

Beruntunglah para pria yang memiliki wanita yang begitu mencintai mereka & mendampingi di saat-saat perjuangan menuju kehidupan yg lebih baik.

Hari ini... belajarlah untuk menghargai pasanganmu bukan karena kekayaannya... !


More aboutTentang Cinta, Dilema Pria Single

Kenali Siapa Diri dan Temanmu (Filosofi Mendaki Gunung)

Posted by Afrida PN on Thursday, March 1, 2012

Jika kau ingin tahu lebih jelas mengenai sifat asli orang-orang dekatmu, ajaklah ia mendaki gunung. Di atas sana, kau akan menemukan bahwa kau tidak bisa menyembunyikan karakter aslimu. Kau akan menjadi dirimu sendiri, sepenuhnya.

Jika egois, maka di atas sana kau akan egois.
Jika penakut, maka di atas sana kau pun akan banyak diam.
Jika kau pengeluh, maka kau tidak akan berhenti mengeluh sepanjang perjalanan. Dari situlah kita akan semakin tahu kekurangan dan kelebihan diri masing-masing, dan kemudian kita bisa saling introspeksi diri.

Ya benar, mendaki gunung tak jauh berbeda dengan kehidupan. Sometimes kita melewati tanjakan yang terjal, hingga kita hampir-hampir menyerah, terkadang juga kita menyusuri jalanan di tepi jurang, harus hati-hati melangkah karena jika tidak berhati-hati bisa terpeleset. Ketika terpeleset mampukah kita melanjutkan perjalanan, atau memilih mundur dan turun untuk selanjutnya pulang.

Terkadang melewati turunan yang curam, terkadang hanya padang ilalang datar ratusan meter. Terkadang harus berhenti untuk melepas lelah setelah perjalanan panjang.

Seperti halnya hidup, ketika menempuh perjalanan kita banyak mengeluh karena capek atau menikmati saja pemandangan sekitar. Itu adalah pilihan. Dengan jalur yang sama, beban yang sama, sikap pendaki satu dengan yang lain tentu akan berbeda. Beratnya beban di punggung adalah bekal kita. Tidak murah memang segala bekal kita namun sangat sepadan dengan apa yang akan kita nikmati selama mendaki gunung.

Sesekali kita membutuhkan orang lain untuk berpegangan ketika melewati titian. Terkadang kita harus mempercayakan nyawa kita kepada teman kita ketika kita perlu memanjat bagian gunung berupa tebing yang curam. Sesekali kita membutuhkan teman kita untuk memasang tenda. Sesekali kita membantu merawat teman yang sakit atau cidera dalam pendakian. Kadang kita mebawa bekal yang “wah”, chicken nugget, baso, sayuran impor, sosis, jeruk mandarin, minuman bersoda dan berwarna, dsb. Keril dengan bendera inggris sebagai logo, sleeping bag isi bulu angsa, sepatu trek dengan harga enam digit, dsb. Terkadang pula kita hanya membawa daypack isi raincoat sobek, roti yang sedikit basi, snack ringan dengan beralas kaki sandal jepit empat ribuan rupiah, serta tenda yang berlubang bahkan tanpa tenda.

SETIAP PENDAKI TIDAK SAMA

Di gunung kita hanyalah penumpang, numpang lewat, numpang nge-camp, numpang buang air. Sering terjadi hal-hal di luar akal sehat dan logika ketika kita tidak mengindahkan “tata krama” di gunung. Disadari atau tidak, percaya atau tidak, hukum sebab akibat, karma dan samsara, berlaku sebagaimana kehidupan sehari-hari. Bagaimana kita mempatkan diri di gunung, terhadap penduduk setempat, terhadap pepohonan, sungai, satwa, dan sebagainya merupakan gambaran bagaimana kita hidup sehari-hari. Bagaimana perilaku seseorang di gunung adalah perilaku sesungguhnya dia di kehidupan sehari-harinya.

Satu pendaki dengan pendaki lain berbeda pandangan mengenai pendakian yang berhasil. Si A berpandangan pendakian yang berhasil adalah jika dia telah sampai di puncak walau mungkin teman-teman se-timnya tidak berhasil. Si B berpandangan pendakian yang berhasil adalah jika seluruh anggota tim berhasil ke puncak bagaimanapun caranya. Ada yang lebih senang mendaki sendirian, karena berbagai alasan, tidak mau merepotkan orang lain, lebih bebas sendirian, tidak mau direpotkan orang lain, sok berani, dsb. Ada yang lebih suka dalam kelompok kecil karena bisa saling membantu, saling ketergantungan, mudah diatur-atur, dsb.

Ada yang mendaki dengan menikmati keseluruhan perjalanan dari belanja hingga puncak, hingga turun lagi, ada yang berprinsip bersakit-sakit dahulu (perjalanan berat, bawaan banyak, bekal lebih dari cukup) bersenang-senang kemudian (baru di puncak bisa menikmati naik gunung, keberhasilan katanya, bongkar bekal, dan pesta), ada yang dari awal sampai turun lagi cuma ngeluh karena mendaki gunung karena terpaksa ada yang cuma iseng dan ikut-ikutan, asik ajah.. bla.. bla.

Dan di atas sana, di tengah-tengah angin yang menderu-deru, di antara jurang yang berujung kelam, omong kosong kalau kau tidak bicara tentang Tuhan. Kau akan menyadari seberapa kecil dan lemahnya dirimu di tengah hamparan alam semesta. (http://www.kalakay.com/)

* Gambar diambil dari Google
More aboutKenali Siapa Diri dan Temanmu (Filosofi Mendaki Gunung)

How To Win A Woman's Heart

Posted by Afrida PN on Sunday, February 26, 2012

Nyenengin hati cewek itu gampang-gampang susah. Kadang kita udah nyeberangin dua lautan dan mendaki dua gunung, tapi tetep aja senyum nggak pernah muncul diwajahnya. Sebaliknya, hal-hal kecil yang kita anggap remeh dan nggak penting ternyata berkesan banget di hatinya. Now read carefully, Heres your guide to win her heart.

1. Ngasih hadiah dadakan  
Ada orang bilang, a key to a womans heart is unexpected gift in unexpected time. Nah, kalo dipikir bener juga sih. Soalnya sebuah kejutan apa lagi disaat yang nggak diduga, pasti akan terus diinget sampai kapanpun. Misalnya, pas kalian lagi jalan ke Raja Ampat dan nemu jepit rambut bagus. Kalian akhirnya memutuskan untuk memberi kejutan buat gebetan kalian dengan membeli jepit rambut itu. Eh, pas ngasih, kebetulan jepit rambut dia baru ilang dua hari yang lalu. Klop, kan? Nggak usah yang mahal-mahal toh. Barang kecil kayak jepit rambut pun tiba-tiba jadi hal yang paling berharga di matanya. Nggak mungkin kan dia pengen nonton DVD, trus kalian beliin DVD player? 

2. Ada di sampingnya di saat-saat genting  
Yang ini sebenenernya contohnya banyak. Dari bantuin nyariin dompetnya yang hilang, sampai bantuin dia ngeganti ban pas ban motornya kempes di jalan. Kalo kalian ada disaat-saat kayak gini, minimal kalian akan dianggap the sweet boy (bukan muka kalian yang manis ya!). Setelah itu dijamin, jalan untuk nembak terbuka lebar. 

3. Dicemburuin  
Kedengerannya  emang aneh. Tapi, cewek itu banyak juga yang pengen di kasih komen seperti: Kamu kok sering banget sih jalan sama cowok itu. Kan aku jealous lho! atau Siapa sih cowok itu, kok baru denger namanya. Mukanya kayak gimana?. Walaupun sebenernya kalian nggak ngerasain api cemburu itu, tapi bolehlah dicoba sedikit-dikit. Triknya gampang kok. Jangan dengan nada keras (gaya sok imut gitu deh!), dan jangan terlalu sering. Nanti malah kabur lagi ceweknya.  

4. Make a good joke  
Cewek seneng cowok kocak ketimbang yang serius. Itu fakta! Siapa sih yang betah sama orang yang kaku? Lagian pacaran atau ngegebet is supposed to be fun. Dan satu hal yang bisa melicinkan jalan adalah dengan lawakan atau jokes. Just remember: jangan garing! Dan tau tempat! Setelah dia ketawa, selamat jack! Kalian udah dianggap sebagai orang yang fun to be with.  

5. Jadi decision maker yang baik buat dirinya. 
Intinya sih siap kalo dimintain pendapat. Yah, taulah cewek kalo udah kebingungan, bawaannya kan nanya terus. Kadang pertanyaan-pertanyaan itu sengaja ditanya ke cowok karena dia yakin temen ceweknya pasti ngasih jawaban standar. Dari pertanyaan seperti: Bagusan mana sih bajunya, yang biru atau hijau? Sampe seperti: Menurut kamu, aku lebih baik kos atau nggak ya kalo kuliah nanti? Nah, sebagai cowok yang merhatiin dia, kalian udah musti siap dengan jawaban mantep. Tentunya pake alasan yang oke dong. Dengan begitu, kalian akan dipandang sebagai cowok tempat bertanya. Kalo saran kalian terbukti bener. Man, nggak akan habis terimakasihnya untuk kalian. 

6. Telpon or SMS di jam tidur atau pagi hari  
Standar sih. Nggak usah dengan kata-kata rayuan pulau kelapa kok. Kata-kata kayak wake up sleepy heads! aja udah bisa bikin dia senyum kok. Minimal dia tau, kalo dia lagi diperhatiin orang. Triknya: pilih aja satu waktu. Bisa pas jam tidur atau pas bangunnya. Kalo dua-duanya kesannya kayak satpam ya? dan
inget: jangan salah kirim!  

7. Dimanjain  
Standar lah. Masak gak bisa sih? Kuncinya sih cuma satu: tau momen yang pas. Perhatiin dengan baik, gesture tubuh seorang cewek. Kalo dia mulai merapat di badan kalian, berarti dia pengen dipeluk. Kalo udah mulai lengan baju, berarti dia pengen di gandeng. Kalo udah ngomong dengan gaya anak-anak, berarti tuh cewek pengen dibelai rambutnya. As simple as that!

8. Dikasih kepercayaan  
Kalo kalian lagi pendekatan sama cewek atau udah punya cewek sekali pun. Coba deh yang satu ini. Kasih dia tugas yang ngelibatin kepercayaan. Misalnya, minta dia untuk be a nice girl selama kalian pergi. Bisa juga dengan minta tolong sama dia untuk ngerawat gitar kesayangan kalian selama kalian diluar kota. Inget, cewek itu kadang suka banget kalo dikasi kepercayaan. Karena itu nunjukkin kalo kita pengen banget jadi temen deketnya.  

9. Diajak ke tempat tongkrongan  
Cewek itu seneng kalo kalian ngajak dia ke dunia kalian. Misalnya kalian hobi olahraga, bisa ngajak dia ngobrol-ngobrol di lapangan bareng. Asal kalian tau ya, cewek itu suka banget dengan lingkungan baru (apalagi dia yang anak rumahan). Bagi dia merupakan suatu kebanggaan ngeliat kalian punya komunitas sendiri selain di sekolahan/kampus. Dan yang penting, kalian mau dia jadi bagian kelompoknya itu. Das! dalem tuh!

10. Bisa langsung akrab dengan keluarga dan sahabatnya     
Ini lumayan susah. Karena nggak semua orang bisa akrab dengan cepat ke lingkungan baru. Tapi yang penting sih be yourself dan jaga kesopanan. Dan jangan jadi naksir best friend-nya ya. Wah, bisa ngerusak hubungan orang kalian! Bisa akrab dengan orang-orang di deketnya itu nunjukkin kalo kalian itu supel dan mau menerima lingkungan dia. Kalo kalian udah berhasil disini, sebenernya sih langkah kalian udah enteng! (Diambil dari berbagai sumber)

* Gambar diambil dari Google
More aboutHow To Win A Woman's Heart